Rabu, 26 Juni 2013

Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi


Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Pengertian Teknologi Informasi menurut Aries Setya Nugraha ialah pengolahan dan penyebaran data dengan menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, telekomunikasi dan elektronika digital. (2004:.5). Sedangkan komunikasi adalah kegiatan saling berbagi pendapat, informasi, dan pesan antara berbagai pihak pada suatu waktu dan tempat tertentu. Istilah yang dipakai untuk menyatakan konsep pemanfaatan Teknologi Informasi di Perpustakaan adalah Automasi Perpustakaan (Library Automation) yang mempunyai pengertian penggunaan komputer untuk mengerjakan sebagian dari rangkaian tugas/pekerjaan di perpustakaan yang sebelumnya dikerjakan secara manual.
Penggunaan komputer dalam pengelolaan perpustakaan sekolah untuk saat ini adalah perlu, mengingat ilmu dan teknologi kian hari kian berkembang sangat pesatnya sehingga pustakawan harus bisa menerapkan tugas/pekerjaan pokok perpustakaan ke dalam bentuk file komputer. Semua data yang ada di perpustakaan dapat dimasukkan dalam komputer sehingga memudahkan dalam pengolahan maupun pelaporannya. Banyak program perpustakaan yang ditawarkan untuk mempermudah pengelolaan perpustakaan sekolah, namun demikian harus selektif dan jeli memilihnya supaya tidak menimbulkan kekecewaan dikemudian hari. Tentu saja pihak sekolah harus menyediakan dana yang besar untuk pengadaan program perpustakaan yang biasa dikenal dengan Sistem Managemen Perpustakaan (SIM Perpus).
Adapun Teknologi Informasi yang dapat digunakan di perpustakaan sekolah antara lain:
  • Pemasukan data koleksi perpustakaan yang biasanya disebut dengan buku induk/inventaris.
  • Pemasukan data anggota perpustakaan dan pencetakan kartu anggota.
  • Pembuatan dan pencetakan kartu katalog, label buku dan perlengkapan buku lainnya.
  • Peminjaman dan pengembalian buku dengan system barkode.
  • Pencarian data koleksi perpustakaan dan anggota perpustakaan.
  • Perhitungan denda keterlambatan pengembalian pinjaman.
  • Pelaporan data statistik perpustakaan : jumlah peminjam, jumlah buku yang dipinjam, jumlah pengunjung, jumlah koleksi perpustakaan baik pelaporan harian, bulanan, triwulan, semester maupun tahunan.
  • Pembuatan grafik data statistik perpustakaan.
Dampak teknologi informasi secara umum terhadap kehidupan bermasyarakat antara lain meningkatkan standar dan efisiensi kehidupan. Teknologi Informasi dapat menghemat waktu, tenaga, meningkatkan hasil, pengembangan produk dan pada akhirnya menghemat biaya (Aries Setyo N, 2004:5).
Pendapat tersebut sejalan dengan Adib Suharto dalam materi kursus Pengantar Otomasi Perpustakaan (1997:3) yang menyatakan bahwa penerapan Otomasi Perpustakaan dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas dan efektivitas kegiatan rumah tangga perpustakaan dan berorientasi tidak hanya kepada kepentingan pustakawan tetapi juga kepentingan pemakai perpustakaan. Selanjutnya dia mengutip pendapat M.B. Line tentang tujuan Automasi Perpustakaan sebagai berikut:
  • Untuk memberikan layanan yang lebih baik dengan biaya yang sama atau lebih murah.
  • Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
Dari segi pengelola/pustakawan, perannya haruslah dinamis, yaitu lebih tanggap dan lebih jeli dalam mengidentifikasi kebutuhan informasi dari pemakai dan tidak bisa lagi bersikap pasif menunggu pemakai, tetapi secara aktif harus bisa menawarkan informasi sesuai dengan minat pemakai dan memberi kemudahan akses ke berbagai sumber informasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar